Derajat kesehatan masyarakat merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan berkualitas tidaknya sumberdaya manusia, oleh karena itu daerah sangat memperhatikan pembangunan kesehatan melalui pembangunan urusan kesehatan yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung dan Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Marsidi Judono.  Keberhasilan pembangunan kesehatan di Kabupaten Belitung secara sederhana dapat dilihat melalui status kesehatan, gizi masyarakat dan pola penyakit.Selanjutnya status kesehatan dan gizi kurang diterjemahkan ke dalam 4 (empat) indikator yaitu1) Angka Kematian Bayi (AKB); 2) Angka Kematian Ibu (AKI); 3) Angka Harapan Hidup Saat Lahir; dan 4) Prevalensi Gizi Kurang.

Berikut penjelasan mengenai capaian masing-masing indikator:

  1. Angka Kematian Bayi

Angka Kematian Bayi Kabupaten Belitung Tahun 2013-2017

No

 

Tahun

 

Jumlah Kelahiran Hidup

 

Jumlah Kasus Kematian Bayi

 

AKB Kab Belitung per 1.000 KH

 

(1)

 

(2)

 

(3)

 

(4)

 

(5)

 

1.

 

2013

 

3.390

 

48

 

14

 

2.

 

2014

 

3.332

 

43

 

13

 

3.

 

2015

 

3.100

 

35

 

11

 

4.

 

2016

 

3.155

 

33

 

10

 

5.

 

2017

 

2.887

 

29

 

10

 

 

 

  1. Angka Kematian Ibu

Angka Kematian Ibu Kabupaten Belitung Tahun 2013-2017

No

 

Tahun

 

Jumlah Kelahiran

 

Jumlah Kasus Kematian Ibu

 

AKI Kab. Belitung per 100.000 KH

 

(1)

 

(2)

 

(3)

 

(4)

 

(5)

 

1.

 

2013

 

3.390

 

6

 

177

 

2.

 

2014

 

3.332

 

4

 

120

 

3.

 

2015

 

3.100

 

3

 

97

 

4.

 

2016

 

3.155

 

4

 

127

 

5.

 

2017

 

2.887

 

6

 

208

 

 

Sumber data

 

:

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Tahun 2018

 

Data tabel di atas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah kasus kematian ibu pada tahun 2017 sebanyak 6 (satu) kasus.  Berdasarkan Hasil Audit Medis (Audit Maternal Perinatal) Tingkat Kabupaten yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung diketahui bahwa penyebab 6 (enam) kasus kematian ibu  pada tahun 2017,kematian ibu disebabkan oleh PEB 1(satu) kasus, ekslampsia 1 (satu) kasus, pendarahan1(satu) kasus, hipertensi  1 (satu) kasus, atonia uteri 1 (satu) kasus, dan kehamilan ektopik terganggu (KET) 1 (satu) kasus.jika dibandingkan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Belitung Tahun 2013-2018 maka angka kematian ibu kabupaten berada diatas target tersebut.

  1. Angka Harapan Hidup Saat Lahir

Angka Harapan Hidup Saat Lahir Kabupaten Belitung Tahun 2012-2016

No

 

Tahun

 

Angka Harapan Hidup Saat Lahir                  (Tahun)

 

(1)

 

(2)

 

(3)

 

1.

 

2012

 

70,15

 

2.

 

2013

 

70,20

 

3.

 

2014

 

70,22

 

4.

 

2015

 

70,32

 

5.

 

2016

 

70,38

 

 

Sumber data

 

:

 

Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung, Tahun 2018

 

 

  1. Prevalensi Gizi Kurang

National Centre Health Statistic (NCHS).  Gizi kurang dibedakan menjadi Kekurangan Energi Protein (KEP) tidak nyata/ringan dan nyata/berat.  Gizi kurang tidak nyata adalah secara kasat mata anak tersebut tidak mempunyai perbedaan dengan anak yang berstatus gizi baik, sedangkan gizi kurang nyata adalah anak yang mengalaminya secara pengukuran antropometri (BB, TB, PB menurut umur) tampak kurus atau sangat kurus dan pertumbuhannya terhambat sebagai akibat dari kurangnya

Prevalensi Gizi Kurang Kabupaten Belitung Tahun 2013-2017

No

 

Tahun

 

Prevalensi Gizi Kurang                                 (%)

 

(1)

 

(2)

 

(3)

 

1.

 

2013

 

0,51

 

2.

 

2014

 

0,51

 

3.

 

2015

 

0,57

 

4.

 

2016

 

0,63

 

5.

 

2017

 

0,49

 

Sumber data

 

:

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Tahun 2018

 

 

  1. Penyakit Endemik
  1. Penyakit Malaria dan Demam Berdarah

 

larvaciding dan survey di tempat perindukan nyamuk.  Berdasarkan data yang ada, pada tahun 2017 penderita tersangka demam berdarah sebanyak 41 ( Empat Puluh Satu ) hal ini menunjukkan adanya Penurunan jika dibanding dengan tahun 2016 yang pada saat itu mencapai 202 (Dua Ratus Dua) orang. Terkait dengan penurunan ini, daerah dengan dukungan penuh partisipasi masyarakat mengupayakan beragam kegiatan untuk menekan laju pertumbuhan penyakit ini.Sedangkan jumlah  penderita malaria pada tahun 2017 sebanyak 1 (satu) orang. Terjadi penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2016 yaitu sebanyak 2 (dua) orang. Untuk mengetahui tingkat perkembangan penyakit malaria dipergunakan indikator yaitu 1) Angka Annual Malaria Incidence (AMI) yakni jumlah penderita malaria klinis yang ditemukan dan diobati selama satu tahun per seribu penduduk; dan 2) Angka Annual Parasite Incidence (API) yakni jumlah penderita positif malaria yang ditemukan dan diobati selama satu tahun

annual parasite incidence Kabupaten Belitung tahun 2013-2017:

Angka Annual Parasite IncidenceKabupaten Belitung Tahun 2013-2017

No

 

Tahun

 

API (Per Mil)

 

(1)

 

(2)

 

(3)

 

1.

 

2013

 

0,67

 

2.

 

2014

 

0,25

 

3.

 

2015

 

0,10

 

4.

 

2016

 

0,01

 

5.

 

2017

 

0,05

 

 

Sumber data

 

:

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Tahun 2018

 

 

annual parasite incidence kabupaten pada tahun 2017mengalami kenaikan dari tahun 2016 sebesar 0,04 menjadi 0,05 ditahun 2017.

 

  1. Penyakit Kaki Gajah (Filariasis)

Trasmition Assesment Survey) yang dilaksanakan tahun 2015 didapat angka mikrofilaria 0,02 % dan dari hasil survey TAS Tahun 2016  di dapat angka microfilaria 0%  maka dari hasil survey tersebut Kabupaten Belitung tidak ada pengobatan masal kembali karena angka mikrofilaria dibawah 1,00 % dan pada tahun 2017, Kabupaten Belitung mendapat sertifikat eliminasi filariasis.

 

  1. Penyakit HIV/AIDS

 

Plafon dan Realisasi Anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat Belitung

Tahun 2013-2017

No

 

Tahun

 

Plafond Anggaran (Rupiah)

 

Realisasi

 

Rupiah

 

%

 

(1)

 

(2)

 

(3)

 

(4)

 

(5)

 

1.

 

2013

 

18.658.334.162

 

18.209.320.633

 

97,59

 

2.

 

2014

 

29.800.000.000

 

26.361.653.318

 

88,46

 

3.

 

2015

 

9.551.119.500

 

6.847.919.271

 

71,70

 

4.

 

2016

 

11.999.908.000

 

9.886.004.505

 

82,38

 

5.

 

2017

 

11.999.908.000

 

11.673.995.640

 

97,28

 

 

 

Jumlah

 

82.009.269.662

 

72.978.893.367

 

88,98

 

 

Sumber data

 

:

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Tahun 2018

 

Indikator Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Tahun 2016-2017

No

 

Indikator

 

Tahun

 

Standar

 

2016

 

2017

 

(1)

 

(2)

 

(3)

 

(4)

 

(5)

 

1.

 

BOR (%)

 

59,30

 

54,20

 

60,00

 

2.

 

LOS (Hari)

 

3,10

 

3,10

 

6 - 9

 

3.

 

TOI (Hari)

 

2,20

 

2,90

 

1 - 3

 

4.

 

GDR (%)

 

41,20

 

43,20

 

≤ 45

 

5.

 

NDR (%)

 

18,80

 

19,20

 

≤ 25

 

 

Sumber data

 

:

 

Bagian Medical Record RSUD dr. H. Marsidi Judono, Tahun 2018

 

 

Keterangan     :

 

BOR

 

=

 

Bed Occupied Rate, prosentase pemakaian tempat tidur periode tertentu;

 

LOS

 

=

 

Length of Stay, lama hari rawat pasien di rumah sakit;

 

TOI

 

=

 

Term Over Interval, rata-rata tempat tidur periode tertentu yang tidak terisi;

 

GDR

 

=

 

Gross Death Rate, angka kematian umum;

 

NDR

 

=

 

Net Death Rate, angka kematian > 48 jam.

 

 

1. Angka Pemanfaatan Tempat Tidur (BOR) pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 5,1% jika dibandingkan dengan tahun  2016 hal ini disebabkan antara lain kebijakan pemerintah dan faktor demografi masyarakat Belitung.  Namun demikian nilai BOR tahun 2017 belum mencapai nilai standar yaitu sebesar 60,00% Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain : pelayanan RSUD dr. H. Marsidi Judono Kabupaten Belitung yang masih membutuhkan perhatian khusus; publikasi promosi kesehatan yang perlu ditingkatkan melalui sarana komunikasi, baik cetak maupun audio; keterbatasan fasilitas rumah sakit; kualitas SDM yang harus ditingkatkan baik pendidikan, keterampilan dan etika;  pasien JKMB (Jaminan Kesehatan Masyarakat Belitung) belum semua terdaftar ke BPJS; serta rumah sakit swasta sudah memberikan pelayanan ke pasien BPJS

2. Angka Lama Masa Perawatan (LOS) pada tahun 2017 Indikator ini mempersentasikan rata-rata lamanya hari rawat pasien. Pada tahun 2017 Los di RSUD dr. H. Marsidi Judono 3,1 hari. Jika merujuk pada standar Depkes 2005 maka lamanya hari rawat pasien di RSUD dr. H. Marsidi Judono kurang dari 6 Hari. LOS yang pendek menunjukkan bahwa pelayanan di rumah sakit dinilai sudah efektif, efisien dan menunjang keselamatan pasien. Pasien yang mengalami perawatan dalam waktu yang lama bersiko lebih besar terkena infeksi nosokomial Faktor yang mempengaruhi LOS di rumah sakit yaitu karakteristik pasien, keadaan klinis, tindakan medis, penerapan Clinical Pathway, kebijakan JKN, manajemen dan administrasi rumah sakit.

3. Angka Pergantian Interval (TOI) menggambarkan tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur di RSUD dr. H. Marsidi Judono Kabupaten Belitung. Perbandingan TOI pada tahun 2016 (rata-rata 2,2 hari) dengan TOI pada tahun 2017 (rata-rata 2,9 hari) tetap berada dalam kategori ideal. Rentang waktu 2,9 hari menunjukkan rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari posisi terisi ke saat terisi berikutnya. Rentang waktu tersebut memberikan tenggang waktu tempat tidur untuk dibersihkan sehingga mengurangi potensi sebagai media infeksi nosokomial.

4. Angka Kematian Umum (GDR) Gdr (Gross Death Rate) adalah angka kematian kasar, untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar baik hidup/mati menjadi indikator pelayanan medis di RSUD dr. H. Marsidi Judono Standar ideal yang diterapkan Depkes (2015) untuk GDR ≤ 45 PER mil. GDR pada tahun 2016 sebesar 41, per mil sedangkan pada tahun 2017 sebesar 43,2 per mil. Hasil perbandingan dari tahun 2016 dan 2017 menunjukkan nilai angka indikator GDR semakin tinggi

5. Angka Kematian Bersih (NDR) NDR (Net Death Rate) adalah angka kematian 48 jam    setelah pasien mendapatkan perawatan, untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar baik hidup/mati menjadi indikator pelayanan medis di RSUD dr. H. Marsidi Judono. Setandar ideal yang diterapkan Depkes (2015) untuk NDR ≤ 25 per mil. NDR pada tahun 2016 sebesar 18,8 per milsedangkan pada tahun 2017 sebesar 19,2 per mil. Hasil perbandingan dari tahun 2016 dan 2017 menunjukkan nilai angka indikator NDR semakin tinggi.

6. Angka Kematian Bersih (NDR) NDR (Net Death Rate) adalah angka kematian 48 jam    setelah pasien mendapatkan perawatan, untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar baik hidup/mati menjadi indikator pelayanan medis di RSUD dr. H. Marsidi Judono. Setandar ideal yang diterapkan Depkes (2015) untuk NDR ≤ 25 per mil. NDR pada tahun 2016 sebesar 18,8 per milsedangkan pada tahun 2017 sebesar 19,2 per mil. Hasil perbandingan dari tahun 2016 dan 2017 menunjukkan nilai angka indikator NDR semakin tinggi.

  1. Program dan Kegiatan
  1. Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung
No

 

Uraian Program

 

Jumlah Kegiatan per Tahun (Buah)

 

2016

 

2017

 

(1)

 

(2)

 

(3)

 

(4)

 

1.

 

Pelayanan Administrasi Perkantoran

 

12

 

12

 

2.

 

Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

 

6

 

4

 

3.

 

Peningkatan Disiplin Aparatur

 

1

 

2

 

4.

 

Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur

 

3

 

1

 

5.

 

Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

 

1

 

1

 

6.

 

Peningkatan Promosi Potensi Daerah

 

1

 

1

 

7.

 

Obat dan Perbekalan Kesehatan

 

2

 

1

 

8.

 

Pengawasan Obat dan Makanan

 

2

 

0

 

9.

 

Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

 

4

 

2

 

10.

 

Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

 

8

 

4

 

11.

 

Perbaikan Gizi Masyarakat

 

1

 

1

 

12.

 

Upaya Kesehatan Masyarakat

 

4

 

4

 

13.

 

Standarisasi Pelayanan Kesehatan

 

4

 

4

 

14.

 

Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin

 

5

 

3

 

15.

 

Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya

 

26

 

29

 

 

  1. Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Marsidi Judono
No

 

Uraian Program

 

Jumlah Kegiatan per Tahun(Buah)

 

2016

 

2017

 

(1)

 

(2)

 

(3)

 

(4)

 

1.

 

Pelayanan Administrasi Perkantoran

 

3

 

3

 

2.

 

Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

 

2

 

2

 

3.

 

Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur

 

1

 

1

 

4.

Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

 

1

 

1

 

5.

 

Standarisasi Pelayanan Kesehatan

 

1

 

0

 

6.

Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-paru/Rumah Sakit Mata

 

5

 

4

 

7.

 

Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan

 

0

 

1

 

8.

 

Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan BLUD

 

1

 

1