Rabu, 23 Januari 2019 14:17

Promosi Dalam Sehelai Simpor

TANJUNGPANDAN -- Kendala pendanaan dan perang harga dalam upaya menjaring wisatawan ke Belitung terungkap dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie, S.Sn, M.Si pagi tadi (23/1) di Ruang Rapat Bupati Belitung. Di tengah kendala termasuk melonjak harga tiket, perlu diupayakan promosi. Salah satunya dengan membentuk Belitung Tourism Promotion Board atau Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD).
 
"Melakukan promosi juga harus disesuaikan dengan kondisi keuangan pemerintah daerah", ujar Asisten I Bidang Pemerintahan, Mirang Uganda, SH saat mendampingi Wabup terkait dengan perlunya legalitas (Peraturan Bupati) untuk mendukung operasional BPPD.
 
Kendala tak kalah penting dalam upaya promosi yang diungkapkan dalam rapat tersebut adalah terkait dengan keterbatasan SDM Pemkab Belitung. Namun bukan berarti tidak ada solusi. Masalah ibarat sajian mie rebus dalam sehelai daun simpor. Terlihat kusut tapi mudah diurai. Aroma kuah rempahnya malah menjadi daya tarik. Dan BPPD bisa jadi tamsil sehelai daun simpor yang merangkum berbagai persoalan. 
 
Simpor (Dillenia sufroticosa) sudah lama berfungsi sebagai kemasan dan simbol kearifan. Arif karena bisa didaur ulang.Ia tidak mengurangi daya pikat aroma bumbu rempah. Ia.bisa menjaga mie Belitong, nasi gemok Belitong bahkan pembangkit selera tatkala ketan dibakar menjadi pulut panggang.
 
Eropa khususnya Spanyol tergila-gila dengan picante (bumbu) rempah ini. Columbus pun tak sejauh apa kendala pelayaran harus ditempuh. Ia memang penguasa lautan namun pengetahuan botaninya untuk memburu "ad loca aromantum" yang disebut oleh humanis Fiorentina Paolo dal Pozzo Toscaneli  kurang baik. Ia hanya mendapati El Dorado (emas) kuil Astec dan Inca di benua Amerika yang ia sangka Hindia. Dan, Columbus pun makin penasaran.
 
Seperti juga promosi, Columbus terkendala dana tapi bukan dana promosi melainkan dana perjuangan yakni perjuangan menghadirkan rempah ke bangsawan istana Eropa yang menjadi trend kemegahan kalangan istana hingga abad ke-16. Harga rempah memang mahal bak harga tiket berwisata, bahkan ketika Eropa terserang penyakit pea yang mematikan. Harga lada setara dengan emas. Emas menjadi dasar kolonialisme di benua Eropa sedang rempah mendorong penjajahan di Hindia (Nusantara).
 
Kegilaan Eropa memburu rempah diceritakan Tone Pieres dalam buku Suma Oriental. Bangsa Portugis memiliki pengetahuan rempah lebih baik dibandingkan ketika Columbus mendarat di Amerika. Pengetahuan botaninya Columbus tahun 1493 itu hanya mengandalkan imajinasi historis. Portugis akhirnya menginvasi Melaka tahun 1511 dan pasa 21 Juni 1956 Belanda datang dengan itikad dagang ke Indonesia..
 
Semua kegilaan Eropa itu adalah perjalanannya ramah yang panjang atas harum aroma rempah hingga terbentuk jalur pelayaran dunia menuju Nusantara. Namun sejarah dan apapun kisah menarik dibalik kisah tanpa sehelai kemasan tidak bertuah. BPPD ibarat sehelai simpor. Bagaimana mempromosikan daya tarik wisata Belitong ke luar seperti sehelai simpor membawa aroma bumbu rempah sehingga aromanya terjaga, membawanya juga  mudah tanpa terbebani dengan kendala.
Sumber: Fiet/IKP


escort escort escort escort escort escort escort escort istanbul audi seat skoda avcilar escort mecidiyekoy eskort sisli escort ankara travestileri istanbul travestileri porno izle sanal ofis sanal ofis sanal ofis sanal ofis sanal ofis sanal ofis Sincan escort Eryaman Escort Etlik Escort Ankara Escort Ankara Escort Ankara Escort Ankara Escort Çankaya Escort Antalya Escort Ataşehir Escort Pendik Escort Kadıköy escort Kartal escort Kadıköy escort Eskişehir Escort Bayan Kayseri Escort Bayan Mersin Escort Bayan Mersin Escort Bayan ankara escort avcılar escort ataköy escort porno seyret kaçak iddaa biber hapı terazi gaziantep escort beylikdüzü escort Sex İzle Mobil Porno Türk Porno izmir escort izmir escort eskişehir escort eskişehir escort bursa escort bursa escort orjinal lida ümraniye escort kadıköy escort http://www.atakoyluler.com istanbul escort Ataşehir escort