Selasa, 12 Maret 2019 14:00

Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Sejak Dini

Jaman boleh berganti, namun jejak jangan sampai terhapus. Sebagai bangsa majemuk, ada rekam jejak menyatukan  keberagaman. Bangsa besar  ini bisa  bertahan karena  nasionalisme. Berkaitan dengan menumbuhkan jiwa nasionalisme sejak dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyelenggarakan Program Museum Keliling dan Permainan Anak" dengan tema "Membangkitkan Nasionalisme Melalui Koleksi Museum". 
 
Selama empat hari (12-15 Maret 2019) Kemendikbud menggelar museum keliling dan permainan anak di Belitung, bertempat  di Gedung Serbaguna Pemkab Belitung. Didampingi  Kepala Museum Perumusan Naskah Proklamasi Agus Nugroho, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Paryanta, Dandim 0414 Belitung serta undangan lainnya, Wabup membuka secara resmi acara yang ditandai dengan pemotongan pita.
 
 " Ini idenya bagus. Museum keliling seperti ini mengingatkan sejarah kepada anak-anak. Mumpung masih muda," ujar Isyak dihadapan sejumlah  pelajar dari tingkat SD, dan SMP yang didampingi  Kepala Sekolah. Di akhir sambutan Isyak berpesan kepada para pelajar untuk menjaga kebersihan. "Dengan kita menjaga kebersihan Belitung semakin baik dan dicintai oleh wisatawan", harapnya.
 
Pengunjung Pameran dari kegiatan Museum keliling ini gratis tanpa dipungut biaya. Tujuannya tak lain  agar pengunjung bisa mengenal lebih dekat tentang sejarah tokoh-tokoh pergerakan nasional serta membangkitkan semangat jiwa nasionalisme dan patriotisme.
 
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan  Kebudayaan Kabupaten Belitung Parianta menyebutkan dampak strategis, terselenggaranya  kegiatan ini. "Museum ini bisa menjadi inspirasi literasi bagi anak-anak kita, membangkitkan nasionalisme dan semangat juang bahwa kita saat ini harus sudah mulai lari jangan santai santai lagi karena masih banyak yg harus diperjuangkan lagi terutama bagi generasi muda yang kelak akan memimpin bangsa ini", tegasnya.
 
Belitung bersama lima kota  lain yakni  Cirebon, Semarang, Mojokerto, Aceh dan Makassar terpilih sebagai tempat penyelenggaraan Pameran Museum keliling 2019 ."Belitung mulai menggeliat, pertumbuhan destinasi wisatanya bagus. Jadi kita coba masuk di wilayah ini", ujar Agus Nugroho Kepala Museum Perumusan Naskah Proklamasi Kemendikbud RI mengungkapkan alasan terpilih Belitung.
 
 " masyarakat Belitung bisa melihat koleksi museum digital, benda peninggalan sejarah, uang kertas 2 setengah rupiah atau seringgit hingga 10 rupiah, koran Asia Raya terbit pada tahun 1943 dan sebagainya," kata Agus. 
 
Menurut Agus, tujuan diadakannya pameran museum keliling ini adalah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dengan mengenalkan koleksi - koleksi museum sehingga museum bisa dikenal oleh khalayak dan menyebarluaskan informasi museum mengenai sejarah perjuangan bangsa 
Sumber: Suci Lestari/IKP