Rabu, 10 Juli 2019 16:00

Hama Jadi Momok Bagi Petani Nanas Badau

BADAU -- Nanas Badau merupakan komoditas favorit bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Belitung. Sayangnya eksistensinya yang semakin tinggi tidak didukung dengan jumlah produksi yang memadai. 
 
Menurut Sukardi (51) petani nanas dari Desa Badau, jumlah petani nanas di Kecamatan Badau sangat sedikit. Bahkan lebih dari setengahnya jika dibandingkan dengan sepuluh tahun terakhir. 
 
"Mungkin sekitar 6-7 petani yang masih bertahan menanam nanas," ungkap Sukardi saat diwawancarai di Kebun nanasnya di Desa Badau Kecamatan Badau Kabupaten Belitung, Rabu (10/7/2019). 
 
Sukardi pun menambahkan, kendala yang dihadapi petani adalah banyaknya hama yang membuat pertumbuhan dan produksi nanas merosot tajam. Hama yang paling ditakuti petani adalah monyet dan tikus. Saat nanas sudah mulai tua maka petani harus benar-benar menjaga nanasnya agar tidak dicuri oleh monyet. Sedangkan hama tikus menyerang saat bongkol buah nanas baru mulai tumbuh yang menyebabkan tanaman nanas menjadi busuk.
 
Sayangnya pembasmi hama ini sampai sekarang belum ditemukan. "Dulu sempat ada racun untuk membunuh monyet dan tikus, tapi sekarang sudah tidak dijual lagi. Jadi mengusir hama hanya dengan perangkap atau langsung ditembak dengan senapan angin," lanjut Sukardi. 
 
Pemilik lahan seluas 2 hektar ini mengaku telah berkebun nanas selama hampir 30 tahun. Ilmu berkebun pun didapatkan dari ayahnya. Pernah Sukardi mencoba untuk menanam komoditi lain yaitu lada, namun tidak berhasil sehingga ia pun kembali lagi berkebun nanas.
Sumber: Siti Ropiqoh/IKP


maurers elazig escort samsun escort tekirdag escort kocaeli escort kocaeli escort bingol escort kars escort porno türkçe porno adapazarı travesti Ataşehir escort Kadıköy escort Ankara escort Beylikdüzü escort Ankara escort