Senin, 9 September 2019 16:00

Paradoks Perencanaan Investasi Dan Industri Kabupaten Belitung

Tanjungpandan,- Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Dan Perindustrian Kabupaten Belitung Helman SH Pimpin Paparan Laporan Antara Penyusunan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Belitung dengan Tim Narasumber ITB (Institut Tehnologi Bandung) di Ruang Pertemuan Bappeda Belitung, Senin (9/9/2019). 
Dengan Jumlah IKM (industri kecil menengah) yang terdata di kabupaten Belitung sebanyak 716 Dan serapan tenaga kerja sejumlah 2300 tenaga kerja diperoleh jumlah serapan rerata IKM di Belitung hanya sebanyak 3 orang tiap  IKM. Daya serap IKM terhadap tenaga kerja ini  dianggap rendah mengingat rerata serapan tenaga kerja IKM Nasional mencapai 19 tenaga kerja.
Hal ini disampaikan Dr.Ir. Binsar Parasian Naipospos, MSP (Tim Narasumber ITB) dalam paparan Laporan Antara Penyusunan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Belitung 
Diungkapkan pula rantai pasok beberapa komoditas dari yang tertinggi ikan tangkap, ikan asin, makanan olahan, lada, nanas, kelapa sawit, plastik olahan dan mesin pengolahan. 
 
Sayangnya, stratifikasi komoditas diatas tidak menjelaskan sejauh mana peran Industri Kecil Menengah berkontribusi. Diakui peran perusahaan besar mendominasi produksi kelapa sawit. Narasumber menilai masalah perkembangan industri. 
 
Pertama, karena lambatnya pertumbuhan (dibawah pertumbuhan ekonomi) konstribusi sektor Industri terhadap PDRB, meski cenderung meningkat peran IKM terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) belum tergambar. Kedua, masalah penyerapan tenaga kerja. Daya serap sebesar 3 tenaga kerja di Tanjungpandan rendah dibandingkan nasional dan lebih kecil lagi di Selat Nasik kurang dari dua tenaga kerja. Keempat, nilai investasi masih kecil.
 
Diakhir paparan,  narasumber menjelaskan 12 sektor antara lain perikanan (tertinggi), perkebunan, industri perdagangan dan jasa. Strata ini berbanding terbalik dengan potensi voting yang kini mengarah pada Industri Pariwisata. Yudianto dari Kasie  Ekonomi dan Pembangunan Kantor Kecamatan Tanjungpandan mengkritisi data acuan yang digunakan dalam paparan . Sementara Kabid Ekonomi dan SDA Bappeda  Windra mengakui kegiatan menyangkut kajian ekonominaudah Mulai dikurangi. " Bappeda lebih memfokuskan mekanisme perencanaan," ujar Windra
Sumber: Dedi/IKP


maurers elazig escort samsun escort tekirdag escort kocaeli escort kocaeli escort bingol escort kars escort adapazarı travesti Ataşehir escort Kadıköy escort Ankara escort Beylikdüzü escort Ankara escort ankara travesti siteleri izmir escort bayan izmir escort ankara escort ankara escort Pendik escort bahçeşehir escort Ataşehir escort Beylikdüzü escort Sincan escort rus porno izle izmir escort izmir escort ankara escort etimesgut escort dikimevi escort sanal ofis sanal ofis sanal ofis buca escort